Selasa, 04 Desember 2012

Emma waroka

Birahi Berbalut Cinta Tante Emma
Apa yang indah dari seks itu ? apakah orgasme merupakan tolok ukur sebuah kepuasan ? Rasanya tidak, dalam seks ada banyak hal yang bisa menjadi pijakan indahnya cinta, indahnya birahi. Dalam seks semua penting, baik itu foreplay, rabaan, elusan, kuluman, pagutan, lumatan, ciuman, sodokan, genjotan, remasan atau tindihan. Semua itu jika dilakukan dalam satu ronde tentulah akan menambah nikmatnya bercinta dengan pasangan. Terkadang masih banyak orang yang kolot, seks menjadi sebuah kewajiban, tidak menjadi sebuah seni. Seperti halnya dengan Emma Waroka, wanita ini mengidap suatu keinginan seks yang berimbang, namun pembawaannya yang menggoda maka sering kali menjadi salah persepsi. Ternyata wanita ini penuh kelembutan dan enak diajak untuk bercinta dengan pasangannya. Wanita ini sebenarnya ingin membangun rumah tangga dengan lelaki yang mau memberinya anak. Gagalnya perkawinan dengan Lee Hawkins merupakan kejengkelan Emma Waroka karena mantan suaminya itu tidak mau memberikan anak. Jadi ketika aku memacarinya dan ingin memberinya kehamilan, maka gayungpun bersambut. Nafsu seks Emma Waroka sangat tinggi walau tidak bisa dikatakan sebagai seorang maniak seks. Baginya seks merupakan sebuah keindahan jika dilakukan dengan pasangannya, baik itu pasangan resmi maupun tidak resmi ( kumpul kebo ) dan ironisnya Emma Waroka ternyata sebelum mengenal calon suaminya diajak untuk kumpul kebo duluan, bahkan akupun merasa dianggap sebagai seorang pahlawan di ranjangnya, lelaki yang kudu dituruti segala kemauannya. Awalnya dengan Hawkins hal seperti ini tidak dilakukan, berbeda denganku, apakah karena aku yang menyatakan cinta to the point ketika pertama kali bisa menjamah wanita ini. Aku tak tahu mengapa wanita ini jatuh cinta padaku, waktu aku bertamu ke rumah Frans, aku bertemu dengan Emma Waroka. Pertama bertemu, Emma Waroka memandangku dengan penuh arti, bahkan pandangan matanya pertama bertubukan mataku sampai menatapnya lebih dari lima detik, setelah itu Emma Waroka mencuri curi pandang padaku, sedang aku sendiri sudah jatuh cinta dengan Emma Waroka sejak dia membawakan acara Fenomena, dan aku tak menyangka kalo Frans merupakan keponakannya.

Dengan masih saling melumat, aku meladeninya di sore hari itu.

“Berhenti dulu deh, sayaaang .. ponakan tante jangan nakal ya “ sergah Emma Waroka dengan menahan kepalaku yang menyerbu ke bibirnya

“Ada apa tanteku .. “ kataku dengan nafas memburu, kesintalan tubuhnya menggodaku

“Gantian deh besok tante minta dibelikan sesuatu, boleh khan ?” tanya Emma Waroka dengan serius

“Tante mau minta apa ?” tanyaku

“Nggak minta banyak kok .. tante hanya ingin kamu menraktir tante makan malam saja di luar ya .. makanan yang enak .. “ pinta Emma Waroka dengan tersenyum

“Kirain tante minta dibelikan mobil atau rumah .. “ gurauku

“Aaaah .. kalo yang mahal mahal itu urusan tante donk .. tante tahu kamu nggak punya uang banyak .. maafin tantemu ya .. tadi lihat rekeningmu di bca lewat nebookmu .. tante merasa gimana, ternyata uangmu tak seberapa … jadi tante akan memenuhi kebutuhanmu .. “

“Tante .. aku sebenarnya risih juga kalo tante yang nanggung semua .. tante belum menjadi istriku, aku ingin kta saling bermesraan .. bukan main royal duit .. “ kataku dengan sedikit dewasa.

“Baiklah Han .. maafin tante yang suka royal padamu .. tante akan selektif memberikan sesuatu padamu” ucap Emma Waroka dengan kembali memelukku dengan erat, kami saling memagut dan melumat dengan penuh kemesraan, pagutan kami sangat lama dan akupun meremas buah dadanya yang montok itu.

“Kalo pagi ponakan tante yang minta jatah, maka sore hari tante yang minta jatah ya ?” tawar Emma Waroka dengan tersenyum nakal. Lebih lebih menunjukan sifat kenakalannya lagi padaku sehingga membuatku semakin gemas.

“Dasar tante girang .. “ ucapku gemas

“Aaaaa .. please .. maafin sifat tante ya .. tante tidak bersikap seorang tante girang deh .. tante khan milikmu, tante nggak mau bagi dengan siapapun .. tante hanya mau bercinta dengan keponakan tante yang nakal ini” sergah Emma Waroka menolak sebutan tante girang.

“Tante sekarang banyak maunya sama ponakan tante .. “

“Nggak aaah .. kamu ngeyel dan bandel sih .. “ tukas Emma Waroka dengan tersenyum.

“Aku genjot tahu rasa .. “ ancamku

“Ya silakan saja genjot tantemu .. tante tunggu .. “ tantang Emma Waroka dengan tertawa renyah. Aku lalu merasa tertantang, sehingga aku turun dari ranjang, di pojokan gantuan ada sebuah dasi yang tersampir.

“Mau kemana kamu ? katanya mau genjot tantemu .. takut ya .. “ ejek Emma Waroka dengan manja dan tiduran di ranjang.

“Siapa takut sama Tante Emma Waroka ? lihat saja nanti .. “ ledekku balik. Aku mengambil dasi itu dan kubawa ke Emma Waroka yang sedag tiduran.

“Sayaaang .. mau apa kau dengan dasi itu ? jangan ikat tante donk ” tanya Emma Waroka dengan heran dan menarik tanganku namun aku belum beranjak naik ke ranjang lagi

Emma_Waroka-14 “Aku mau menutup mata tante dengan dasi ini .. aku ingin memberikan kepuasan pada Tante Emma “ kataku dengan tersenyum nakal.

“Aduuuuh .. ponakan tante benar benar kurang ajar .. membuat tantenya semakin suka dengan gaya bercintanya .. gimana ya rasanya, tante belum pernah digituin … nanti gantian kamu ya?” balas Emma Waroka denga tersenyum senang.

“Satu hal yang kuinginkan dalam hidupku tante, aku ingin menghamili Tante Emma .. beri aku anak deh tante .. “

“Kenapa kamu buru buru ?” tanya Emma Waroka dengan heran dan terkejut.

“Lho tante khan pengin punya anak, dulu masih dengan Hawkins maunya punya anak, tapi dia nggak mau ngasih, sekarang giliran mau dihamili malah nolak .. “

“Aaaah .. ponakan tante ini suka menjebak tantenya nakal aaah .. tapi .. waktu dengan Hawkins khan tante menikah secara resmi .. bukan pacaran kayak gini .. “ tolak Emma Waroka .

“Maumu apa sih Emma .. “ kataku dengan ketus dan tidak menyebut pake tante tapi nama langsung membuat Emma Waroka terkejut rupanya aku sudah kepalang basah, ingin memperistri Emma Waroka, perkara artis lain bisa aku akali.

“Haan .. “ balas Emma Waroka dengan tidak memakai ponakan tante lagi. Bulir bulir air mata menetes dari mata Emma Waroka dan memandangku penuh kemesraan, penuh rasa cinta tidak semata hanya birahi.

“Sekali lagi, tante .. maukah tante menjadi istriku dan bersedia hamil untuk anak kita .. bukankah tante menginginkan anak .. kenapa tante mengingkari nurani tante sendiri .. aku mencintai Tante Emma dengan segenap hatiku, dengan segenap akal budiku .. “ kataku dengan teduh lalu aku bersimpuh dengan lututku

“Bersedialah menjadi istriku dan kuhamili .. kutunggu jawaban tante .. “ pintaku dengan tulus.

“Tante tak bisa kamu monopoli .. tante ingin diperlakukan sebagai pasanganmu .. tante ingin mengenal kamu lebih jauh .. tante belum siap menikah .. selama ini sikap tante tidak serius siap untuk dinikahi .. tapi jika tidak aral melintang tante siap dinikahi olehmu, tapi tidak sekarang .. tante tidak mau dijajah lagi oleh lelaki” ujar Emma Waroka dengan memandangku

“Apakah selama ini aku menjajah tante ?” tanyaku tak mengerti


“Tidak .. kamu tidak pernah menjajah tantemu .. tante merasakan bahwa cintamu itu tulus .. tapi tante minta pengertianmu .. tak bisa kamu memaksa tante harus menikah besok, minggu depan atau bulan depan, tante masih trauma dengan rumah tangga tante yang gagal total .. walau tante yakin kamu akan memberikan kebahagiaan pada tante kelak jika kamu menikahi tante .. tante juga tidak menjajahmu .. tidak mudah bagimu melupakan wanita lain yang kau tiduri .. Tante Emma menyadari semua ini Han, tante tahu betapa berat dirimu untuk keluar dan berhenti dari petualanganmu .. tante ingin berada di sisimu untuk membenahi hidupmu, tante yakin hidupmu yang suka meniduri wanita lain merupakan pengaruh dari si brengsek itu .. sebelum terlambat, tante akan selalu mendampingimu .. tante takut kalo kamu terlibat masalah hukum soal selingkuh itu, memangnya tante tidak tahu apa soal dirimu .. “ ucap Emma Waroka dengan menangis. Aku menjadi tertunduk, semua aibku dibuka di depanku sendiri, sehingga aku sampai duduk di lantai dengan lesu. Melihatku yang lesu dan kalah telak itu membuat simpati Emma Waroka padaku. Emma Waroka turun dari ranjang dan duduk disampingku

“Jika orang lain sudah jadi pacarmu .. pastilah kamu akan diputus dan ditinggalkan .. tapi tante tidak .. tante mencintaimu, bukankah cinta itu menerima segala kekurangan dari pasangannya ? Tidak mudah bagi tante membelikan barang seperti tadi siang .. bahkan pada keluarga tante .. tidak mudah .. berapa tuh tante beliin buat kamu .. hampir 45 juta .. memang gampang cari duit ? .. tentu saja, tante ingin membangun rumah tangga denganmu .. sesuai janji tante, sayang .. kau harus bisa berhenti dari petualanganmu .. setelah kau bereskan itu, barulah kau meminang tantemu ini untuk kau peristri lalu kau hamili .. itu saja permintaan tante .. semua itu tante katakan dari lubuk hati terdalam… tante siap patuh padamu, apapun kau minta tante akan menyediakan, tapi hargailah tantemu ini yang mau menolongmu .. “

“Maafkan aku tante .. betapa besar cinta tante padaku .. “ ujarku dengan pelan dan dipeluk oleh Emma Waroka dengan erat

emma waroka “Tante percaya padamu .. ayolah .. tante ingin dijadikan istri olehmu kelak .. sementara tante ingin bersamamu, tapi jangan meminta tante harus hamil .. jika memang kita hamil ditengah jalan karena kita bercinta, tante siap menanggungnya .. tante siap menikah denganmu .. apapun resikonya, apapun yang terjadi, apakah selesai tidak selesai masalahmu, tante siap menjadi seorang ibu untuk anak kita, tapi tante akan mencoba tidak hamil selama kita saling memadu kasih .. tante butuh kehangatanmu, sayang “ kata Emma Waroka dengan memelankan kata kata terakhir.

“Terima kasih tanteku .. baru kali ini kurasakan bahwa tante penuh kedewasaan .. aku sebenarnya tak mudah jatuh cinta .. aku hanya sering gegombal .. tapi di hadapan Tante Emma, aku harus bertekuk lutut” kataku dengan mulai tersenyum

Emma Waroka menimpali sambil tertawa.

“Masak ? tantelah yang bertekuk lutut padamu, sayang … tante bertekuk lutut pada ponakan tante .. ayolah .. tante masih ingin bercinta denganmu .. puasi tantemu ini .. beri tante kepuasan lagi, tante menagih lho, apa kamu sudah nggak mood lagi .. kalo nggak ya sudah . nanti malam saja “ ujar Emma Waroka dengan mengalah.

“Baiklah tante .. aku akan menutup mata tante .. “ ujarku dengan mengambil dasi yang kupegang.

“Kenapa tidak memakai slayer saja ?” usul Emma Waroka dengan tersenyum lalu melepas pelukanku dan membuka lemari, dikeluarkannya dua buah slayer dan dipilih warna merah jambu bermotif bunga, lalu kembali padaku dan mengajak naik ke ranjang. Emma Waroka memasang sendiri slayer itu dan aku langsung melumat bibirnya, Emma Waroka tak menyangka aku langsung menyerbunya. Aku langsung meremas buah dadanya yang montok dan kenyal itu, dari bulat ke lonjong dan seterusnya selama aku meremasnya

“Haaan .. Oh .. nikmaat aaah ..tan tante suka .. terus Han ..cumbu vagina tante donk “ ajak Emma Waroka dengan suara mendesah basah bahkan seret. Aku menindih Emma Waroka dengan meremas buah dadanya terus dan melumat bibirnya, pelan pelan aku bangkit dan membuka paha Emma Waroka dan langsung menyedot vagina Emma Waroka yang mulai membasah

“Haaan .. aduuuh ponakan tante nakal sekali .. duuuh .. tante menjadi sangat suka dan sayang sama ponakan tante ini .. teruskan Han .cumbu tante .. rasanya gelap sekali … aduuuh … aaauh .. ya .. cumbu .. jilati terus.. bikin tantemu orgasme … “ erang Emma Waroka dengan bertalu talu. Aku menyusuri vagina Emma Waroka dengan pelan pelan, kusibakan bibir vaginanya itu yang kian membasah akibat rangsanganku melumat dan meremasi buah dada Emma Waroka sepuasku. Vaginanya terasa sangat merangsangku, kusibakan dengan lidahku rambu tipis yang berada di vaginanya itu, kulesakan lidahku dengan kutekuk lalu menusuk ke bibir vaginanya membuat Emma Waroka menjadi geli dan terangsang

“Duuuh .. aaaaauccch .. sayaaang ..aaah … nikmaaat aaah .. aaayooo … hhsss hsss“ lenguh Emma Waroka dengan menggelinjang ke sana kemari, selain aku mengoral vaginanya, aku juga meremas buah dadanya sehingga dadanya montang manting ke sana kemari.

Lubang vaginanya aku tusuk dengan jari telunjukku dan kucongkel membuat Emma Waroka menjerit keras.

“Ponakan tante benar benar kurang ajar sekali ..aauuuuh .. sayaaang .. nakaaal ! nakaaaal ! hhhhaaaah “ seru Emma Waroka dengan berteriak teriak merasakan tanganku semakin nakal, sedotan bibirku yang kutempelkan dengan menghisap membuat Emma Waroka mendongak ke atas dan kurasakan vaginanya kian merekah seiring jilatan dan sedotan serta kenakalan jari jariku.

Aku terus mengaduk aduk vagina Emma Waroka dengan gemas, lubangnya kian membesar, lalu aku menyedot sekuatku, tak disangka kedua kaki Emma Waroka menjepit kepalaku

“Tante nggak kuaaat aaah .. taaantee .. mau sampai aaaauuuh .. aduuuh “ jerit Emma Waroka dengan keras. Tak berapa lama kemudian Emma Waroka melengkung dan mendapatkan orgasme, lalu berkelonjotan tak karuan dengan penuh birahi, kurasakan kali ini Emma Waroka mendapatkan kualitas seks yang sangat memuaskan dengan mata ditutup. Dari vaginanya mengucur cairan membasahi sprei, kudiamkan untuk menikmati sisa sisa orgasme, lalu dibukanya ikatan slayer itu sendiri, aku tak melarangnya.

Tak berapa lama kemudian Emma Waroka membuka matanya dan lalu duduk berhadapan denganku

“Luar bisa Han .. tante puas sekali . makasih ya Han .. ponakan tante ini bisa memberikan kepuasan pada tantenya, lebih lebih ponakan tante ini mau mengerti perasaan tantenya .. “

“Ya Tante Emma “ jawabku singkat

“Tante terpaksa membuka ikatan ini .. sekarang tante ingin kamu genjot tapi tante nggak mau ditutup lagi”

“Terserah tante aja deh .. “
 Kami terbangun kesiangan karena semalam memadu kasih penuh cinta dan birahi, matahari sudah meninggi ketika kami bangun jam sembilan siang. Kami saling memberikan senyuman mesra ketika saling bertatapan, bahkan saking gemasnya Emma Waroka langsung menindihku dan memberikan pagutan penuh kemesraan, buah dadanya mengencet dadaku, dan puntingnya membuatku menjadi geli, kami terus saling memagut dengan penuh rasa dan cinta di antara kami. Bertubi tubi bibirku diserbu oleh Emma Waroka, kami tanpa berbicara saling melumat dan memilin dengan penuh kemesraan bak suami istri, ketika kami sudah terengah engah barulah kami saling membuka mulut untuk berbicara.

“Selamat pagi, ponakan tante .. “ sapa Emma Waroka dengan manis sekali, walau tanpa lipstik di pagi hari tetap menampakkan kecantikannya, aku sampai takjub melihat aura kecantikannya, kupandang wajahnya dan membuat Emma Waroka tertunduk malu.

“Kenapa tanteku malu kupandang ?” tanyaku dengan mengelus lengannya.

Emma Waroka menaikan kepalanya dan menatapku.

“Tante bukan malu, tante merasa makin muda saja karena kamu pacarin .. tante tidak bisa melukiskan kata kata soal cinta kita .. tante merasakan keceriaan bersamamu .. pagi ini tante merasakan ponakan tante juga berbeda, lebih ganteng dan lembut dari yang sudah sudah .. tante merasa damai dalam pelukan ponakan tante ini” ucap Emma Waroka dengan tersenyum manis lagi padaku.

“Tanteku yang nakal .. boleh nggak ponakan tante ini minta sesuatu di pagi hari ini ?” tanyaku dengan suara kuratakan

“Soal apa, sayang ? ponakan tante minta apa saja boleh .. “ tukas Emma Waroka dengan memandangku penuh kemesraan.

“Seperti biasa tante, ponakan tante meminta jatah pagi hari .. “ kataku tersenyum senang sambil mengelus elus punggung Emma Waroka yang menindihku.

“Oh … betapa senangnya tante mendengar itu … ayooo .. tante akan beri jatah pada ponakan tante ini “ ucap Emma Waroka langsung menyerbu bibirku dengan gemas, dibuangnya selimut yang menutupi kami, Kami langsung bergulat dengan gaya bebas. Pagutan kami di pagi hari itu menjadi cepat panas, kami terus saling melumat, kami berguling dan aku kini berada di atas menindih Emma Waroka, pagutan kami saling mencecap, lidah Emma Waroka menerobos masuk ke dalam mulutku dan mengajak bermain lidah dengan gemas, lidah kami saling bertaut, terkadang lidahku diinjak lidah Emma Waroka dengan keras, kusedot bibirnya, dan Emma Waroka pun ikut balas menyedot, bibir kami sudah penuh air liur. Kutarik kepalaku dan kuberikan ciuman di dahi.

“Kulum penis ponakan tante, sayang .. “

“Uuuuh .. ponakan tante ini sungguh kurang ajar .. meminta tantenya agar mengulum penis milik ponakannya, sungguh terlalu keponakan tante ini … tak tahu etika dan aturan .. “ goda Emma Waroka dengan tersenyum manis lalu menarik badannya, beringsut mundur dan memandang penisku yang sudah tegang ngaceng.

“Woooow .. penis kepunyaan ponakan tante besar sekali … Duuuh .. tante jadi pengin nih .. sungguh kurang ajar ya, tantenya suka penis ponakannya … “ lagi lagi Emma Waroka menggodaku. Lalu dengan pelan pelan dikulumnya penisku tanpa dijilat.

“Jangan lama lama tante, biasanya kalo pagi ponakan tante cepat muncraaat “ ucapku dengan memandang buah dadanya yang bergelantungan

“Tante tahu kok .. “ ucap Emma Waroka melepas kuluman penisku, dikulumnya lagi dan diberi ludah di dalam mulutnya, disepongnya penisku berulang ulang membuat aku sampai menahan nafas merasakan kuluman Emma Waroka.

“Dikocok juga tante .. tapi jangan kasar .. “ pintaku

Emma Waroka langsung mengeluarkan penisku dari mulutnya, dipegangnya batang penisku dan dikocok kocok dengan nikmat dan penuh perasaan, disekanya rambut yang tergerai ke depan itu, kemudian dikulum lagi, dijilati sampai buah zakarku. Aku merasakan nikmat yang luar biasa dikocok dan dikulum sedemikian perhatian Emma Waroka terhadapku. Betapa indahnya kumpul kebo dengan Emma Waroka. Sudah lima menit Emma Waroka mengulum dan mengocok penisku.

“Sudah tante … sudaaah .. ntar muncrat lho “ sergahku dengan mencoba bangun, Emma Waroka berhenti mengulum penisku lalu gantian rebahan ke belakang, ditariknya bantal untuk mengganjal punggungnya. Kini gantian aku yang membungkuk mau mengoral vagina Emma Waroka yang sudah membasah itu, kusapu dengan lidahku dan membuat Emma Waroka langsung mendongak merasakan oralku

“Uuuuuh ….. jilatan ponakaan tante mantap sekali … “ lenguh Emma Waroka dengan meremas kepalaku. Aku langsung melesak dengan membuka bibir vaginanya itu dengan cepat membuat Emma Waroka sampai menggigit bibirnya merasakan kenakalan lidahku yang mengorek liang vaginanya, menyedotnya sampai nafas Emma Waroka menjadi berantakan, peluh kami sudah mulai bercucuran. Kukorek terus lubang itu dan semakin membesar.

“Teruuus , sayaaang … jangan buat tantemu orgasme yaaa “ ujar Emma Waroka dengan menggelinjang tak karuan karena tanganku meremas buah dadanya yang kenyal itu.

Kukorek terus dan lubangnya mulai memerah seiring jilatan, sedotan dan kenakalan tanganku masuk membuka bibir vaginanya.

“Aaaaaaaaw ..aaaaduuuuh .. nakaaal sekali ponakan tanteee ini .. please … aaaah dikit laaagiii, sayaaang” jerit Emma Waroka dengan megap megap dan menggeleng geleng. Badannya tak tahan akan kenakalan lidahku. Kusedot dengan keras vaginanya

“Sudaaah aaah .. sudaaaah .. tanteee bisa orgasmee .. ayooo “ ujar Emma Waroka dengan menaikan kepalaku, lalu Emma Waroka langsung menaikan aku yang dalam posisi duduk, pelan pelan diarahkan batangku yang dipegang Emma Waroka, penisku menusuk pelan masuk ke vaginanya yang sudah becek itu. Terasa sangat susah sekali, namun dengan sabar dan pelan Emma Waroka menekan dengan tenaga besar

“Aaaaaaaaauh .. tanteee .. pelaaan aaaah .. sakiittt “ erangku yang merasakan lubang vagina Emma Waroka belum membuka lebar, sehingga Emma Waroka menaikan pantatnya lagi, lalu dengan pelan pelan menekan lagi.

“Ponakan tante sungguh terlalu .. berani masukin penisnya ke vagina tantenya .. kurang ajar itu namanya“ seloroh Emma Waroka dengan gemas lalu bertopang merangkulkan tangan kanannya ke pundaku, lalu menarik kepalaku dan diberi pagutan mesra.

Pelan pelan penisku sudah masuk hampir separo, ditariknya pantat Emma Waroka naik kemudian diturunkan lagi untuk memperlancar.

“Ponakan tante yang nakal .. sirami kebun tante yaaa “ pinta Emma Waroka dengan tetap menekan dengan pelan dan penisku kini hampir amblas

“Selalu tanteku yang nakal .. “ balasku sambil meremas buah dadanya penuh kelembutan, kupermainkan puntingnya dengan kutekan

Emma Waroka lalu dengan gemas menariknya dan menghujam dengan tenaga besar sehingga penisku menjadi amblas ke dalam vaginanya dan membuat kami terpekik bersamaan

“Waaduuuuh .. tanteee aaah tanteee .. jepitan tante luar biasaaa .. enak sekali tanteee, ssssh … ssshh“ pekikku dengan merem keenakan demikian pula dengan Emma Waroka yang juga merem melek keenakan.

“Iya sayaaang … penismu luar biasa masuk ke dalam vagina tantemu .. ssssh …sssh …rasaaanya nikmat sekali,sayaaang .. dah siaaap belum kalo tante mau menggenjot ponakan tante ini .. “ ajak Emma Waroka dengan memagutku mesra kemudian membawa tanganku ke buah dadanya untuk diremas

“Remees susu tantemu, sayang .. tantemu nakal ya, masak tante minta susunya diremas sama ponakan tante…” kata Emma Waroka dengan manja, kuremas buah dadanya itu dengan gemas dan membuat Emma Waroka menengandah merasakan remasanku yang sedikit lebih kuat.

“Uuuuuuuuuuh … enaaak sayaaang .. remes terus ya susu tante .. “ pinta Emma Waroka

Emma Waroka 5 “Bergeraklah tanteku yang nakal .. genjot keponakan tante ini .. “ ajakku dengan pasang kuda kuda. Pelan pelan Emma Waroka menaikan pantatnya lalu turun lagi, pelan pelan untuk memberikan kelonggaran batangku keluar masuk lebih lancar, memang awalnya seret namun dikit dikit penisku lancar keluar masuk.

“Sayaaang aaah .. nikmaaat aaah .. tante nggak bisa ngerasaaain ..wauuuuh …aaah ..aaaah .. uuuh” lenguh Emma Waroka dengan menggeleng gelengkan kepalanya, tanganku tetap meremas buah dadanya, Emma Waroka terpancing untuk bergerak lebih cepat dan membuatku mengimbangi gerakan Emma Waroka tak kalah cepat. Lalu Emma Waroka berhenti menggenjotku serta memegang kepalaku dan memberikan lumatan lagi

“Rasaaiiin goyangan tantemu .. “ ujar Emma Waroka dengan mengebor pantatnya

“Tanteeeeeee …aaaaaaaah .. tanteeeeee .. “ pekikku dengan mata terpejam, lalu Emma Waroka kembali naik turun, kedua kakinya menjepit pinggangku dengan erat, kami kembali saling melumat penuh nafsu untuk menyelesaikan percintaan di pagi hari itu. Gerakan kami makin cepat dan keras, suara bunyi keciplak antara kami menjadi sangat nyaring. Penisku semakin lancar keluar masuk, kurasakan Emma Waroka semakin cepat bergerak.

“Tante mau sampai Han .. gimana dengaaan kamuuu “ tanya Emma Waroka dengan suara melemah

“Iya samaaa .. genjt terus tante .. “ ajakku dengan tetap mengimbangi dan meremas buah dadanya lagi, tak lebih dari tiga menit kami mencapai pendakian puncak bersamaan. Kami mendapatkan orgasme dengan hujaman pantat Emma Waroka, aku mendapatkan orgasme duluan dengan melolong panjang, penisku terasa sangat panas dan menembakkan isi buah pelir ke rahim Emma Waroka, ketika kutembak itu, Emma Waroka juga mendapatkan orgasmenya, tubuhnya menegang dengan kaku.

“Creeeeeeet … creeeeeeeet … creeeeeeet .. creeeeeet “ sekitar lima kali aku mengeluarkan isi penisku, tubuh Emma Waroka menegang membuat busur panah, kuremas buah dadanya yang montok itu dan tubuhnya langsung lunglai memelukku erat, aku pun merasakan badanku ringan, mataku menggelap dengan cepat dan kami sampai terkapar dengan rebah ke belakang, Emma Waroka menindihku, di selakanganku kurasakan banyak cairan membasahi sprei ranjang itu. Kami terdiam dengan nafas ngos ngosan.

Baru lima menit kemudian kami bergerak dan saling bertatap penuh cinta.

“Terima kasih tanteku yang setia mau melayani nafsu bejat keponakan tante … “ godaku dengan mesra

“Ponakan tante memang bejat .. beraninya mengajak tante giniin … “ balas Emma Waroka dengan tersenyum.

“Makasih ya Tan .. “ ucapku lagi karena Emma Waroka belum membalas ucapan terima kasihku

“Iya sayang .. tante juga terima kasih sama kamu .. tante sangat senang dan puas sekali bercinta dengan ponakan tante .. kamulah yang bisa memuaskan tantemu .. yuuk kita mandi .. kita ke Jakarta .. tante beliin Macbook sama motor .. “ ajak Emma Waroka dengan bangun dan matanya melotot melihat selakangan kami yang banyak lendir berwarna putih kental

“Hmmm .. ponakan tante, air maninya banyaaak .. tante ucapkan terima kasih ya Han … tante sangat puass .. ayoo kita mandi .. “ ajak Emma Waroka dengan berusaha melepas penisku bahkan kami menjerit kecil karena tarikan Emma Waroka terasa kuat.

Ditariknya tanganku dan kulihat penisku berlepotan air maniku. Aku dimandiin dengan telaten oleh Emma Waroka.

“Jangan ngerangsang tante lagi … ntar keburu siaaang , bank ntar tutup nggak bisa ambil duit “ tukas Emma Waroka

“Iya tanteee .. “ ucapku mesra sambil mencium pipi Emma Waroka

Kami berdua berpakaian dengan rapi, kupeluk Emma Waroka dan kuhujani ciuman di pipi kiri, pipi kanan dan dahinya.

“Aku sayang tante .. “ ucapku mesra

“Tante juga sayang sama ponakan tante ini … “ ucap Emma Waroka dengan memagut penuh kemesraan. Emma Waroka menggandengku keluar, bau wangi parfum menaungi kami. Aku merangkulkan tanganku ke pundak Emma Waroka dan kudepkap.

“Tante merasa muda lagi sejak kamu menyatakan cinta pada tante, sayang “ ucap Emma Waroka dengan memelukku erat, dibenamkan kepalanya dalam dalam ke dadaku sambil berjalan. Kami masuk ke dalam mobil dan keluar dari villa itu untuk ke Jakarta.



Bermesraan Dengan Tante Emma Waroka (2)

waroka emmaKami berdua berangkat ke Jakarta dengan segala kemacetannya, sikap sabarku terhadap kemacetan sudah bisa, aku tak mau ambil pusing, buat apa mikirin macet .. palingan stress sendiri, maka aku pun dengan sabar menyetir mobilku dengan santai. Tak begitu dengan Emma Waroka yang sebal melihat Jakarta sudah macetnya parah. Aku hanya senyam senyum saja.

“Sayaang .. kamu kayaknya dah biasa kena macet ya ?” tanya Emma Waroka dengan mencoba tersenyum untuk membuang penatnya.

“Mau apalagi ? kita kemana nih Tan ?” tanyaku dengan tetap memandang ke depan.

'”Ke Sudirman dulu … tante mau ngurus rekening dulu … nomer rekeningmu berapa, sayang ?” tanya Emma Waroka dengan senyum menggoda

“Buat apa nanya nomer rekening ponakan tante ?” tanyaku heran

“Lho katanya minta ditransferi 1 Milyar .. gimana nih .. “ sungut Emma Waroka

“Nggak usah tante .. itu dulu cuma godain tante saja … “ kataku dengan ketawa keras

“Duuuh .. kamu bikin tantemu bingung .. serius nggak nih ?” tanya Emma Waroka lagi

“Nggak usah tante … kasih saja secukupnya … lagian buat apa sih uang ? aku juga nggak butuh … “ kataku dengan membelokkan ke jalan Sudirman di mana Emma Waroka membuka rekening banknya. Semanggi terlalu padat sehingga aku harus bersabar

“Enakan tinggal di Bogor saja ya sayang .. “ tanya Emma Waroka

“Tapi kalo sendirian juga malas .. sama tante kumpul kebo .. “

Emma Waroka tertawa tergelak gelak sampai mencubitku sangat mesra

“Enak saja kita kumpul kebo, kita suami istri nih … atau ponakan dengan tantenya gitu .. “ seloroh Emma Waroka dengan tersenyum nakal.

Setelah beres beres mengambil uang, kami meluncur ke sebuah dealer, motor dibayar dengan cash atas namaku dan motor akan dkirim ke kantorku, lepas dari dealer menuju ke store Apple di Lippo Karawaci Tangerang, memang Lippo Karawaci merupakan mall terlengkap, dan aku pernah membeli barang barang macintosh di sana. Aku pun memilih Macbook itu dan tanpa menawar Emma Waroka langsung membayarnya, dan mendapat discount sampai 10 %.

“Terima kasih tante .. “ ucapku ketika kami di parkiran Lippo Karawaci yang ramai itu. Emma Waroka langsung memagut bibirku di dalam mobil.

“Kita kemana sayang ?” tanya Emma Waroka dengan mengambil handphonenya karena ada panggilan masuk. Sedang aku terbiasa mematikan handphone ketika menyetir.

“Tante mau ndak ke tempat kantor si brengsek .. “ ajakku

“Mang kenapa ke sana ? malas dah tante .. “ sungut Emma Waroka dengan sebal menghadapi keponakan satu itu.

“Tante sudah nggak ngerasa punya ponakan kayak gitu .. enak saja ngajak tantenya gituin .. amit amit, tante awalnya dipaksa tuh .. tapi gimana namanya janda khan lama nggak digauli, jadinya tante jadi terjerumus..” sesal Emma Waroka dengan memandang ke arah jendela karena kesal akan ulah Frans sang keponakan, anak dari kakaknya itu.

“Tapi aku ada pekerjaan sedikit nich .. urusan servernya .. nggak lebih dari sejam .. gimana ?” tanyaku dengan was was karena Emma Waroka tak mau ketemu dengan dirinya

“Tante tunggu di mobil saja yaaa .. tante pinjam netbookmu aja .. bisa internet khan ?” tanya Emma Waroka dengan tersenyum

“Bisa kok .. tenang saja .. di belakang juga ada meja lipat tuh .. aku terbiasa ngenet di pinggir jalan kok jika malas kena macet“ kataku sambil mematikan mobil, kemudian kupagut bibir Emma Waroka dan dibalas tak kalah mesra. Aku lalu keluar dari mobil, menyeberang jalan dan masuk ke kantor perusahaan event organizer itu. Di dalam aku langsung ditemui bawahan Frans untuk diantar ke ruangannya.

“Duh .. kemana saja sih lo .. server sini jebol .. down mulu .. “ sungut Frans yang kesal karena sudah lama server itu dibebani dengan banyak file dan sampah tak berguna, lagian aku bukan yang bikin server, hanya jaringannya saja yang aku bikin. Sepeninggal keluar bawah Frans, aku langsung duduk di depan mejanya

“Ya ngencani tantemu donk .. “ kataku mengejek

“Siaaaal dah … kalo sudah dimabuk cinta pasti semuanya lupa, lupa kewajiban .. “ ledek Frans

“Maklum kami khan sudah memutuskan tinggal bersama .. “ kataku dengan terang terangan

“Haaaah … sialan lho .. belum nikah saja dah berani kumpul kebo .. “ ledeknya lagi dengan gemas sambil tertawa.

“Coba kalo ngomong di depan tantemu saja … “ balasku dengan tak kalah tertawa

“Ogaaaah .. malu aku .. malu .. “ * Frans lagi

“Oke .. aku tak tahu masalah servermu .. tapi aku minta login ke server ada masalah apa .. ntar aku lihat dulu, itu juga nggak bisa sejam dua jam .. aku mau mindahin dulu semua isi server itu ke serverku di Cyber ..”

“Baik … baik … ntar aku hubungi yang megang server … kamu masih lama di sini ?” tanya Frans

“Tantemu nunggu di mobil .. nggak tega ninggalin tantemu sendirian di sana .. kasihan “ kataku hendak keluar dari ruangan itu

“Haaaan .. tolong bilang sama tanteku .. aku menyesal telah melakukan perbuatan bejat sama tanteku, aku yakin tante belum bisa memaafkan aku secara terbuka .. aku salah Han .. kusesali karena aku terbawa nafsu sama tanteku .. dan kini aku harus menanggung resiko dibenci tanteku sendiri .. “

“Sudahlah .. berbaktilah sama tantemu … restuilah dan dukung kami sampai menjadi istriku itu akan membuat tantemu menjadi terbuka .. “

Aku langsung keluar dari ruangan itu dan aku menuju ke mobilku, terlihat Emma Waroka keluar dari mobil dan hendak berpindah ke depan, dari atas melihat Frans yang memandangnya, namun Emma Waroka memandangnya dengan sinis. Aku disambut dengan pelukan kemudian aku masuk ke dalam mobil.

Kami langsung pulang ke Bogor dengan senyum sejuta kenikmatan karena sepulang dari Jakarta ini, Emma Waroka akan melayaniku lagi dengan penuh kemesraan. Sesampai di villa aku langsung memondong Emma Waroka ke kamar.

“Ayoo .. ponakan tante ingin melihat tantenya telanjang bulat .. aku akan memberikan gaya lain tante'” ucapku akal.

“Duuh ponakan tante nakal sekali .. habis ngajak pergi sudah pengin lagi .. “ ucap Emma Waroka dengan tersenyum manja.

“Tante mau ndak ?” tanyaku gemas

“Kenapa nggak mau .. “ balas Emma Waroka dengan menerkamku, kami saling melumat penuh nafsu yang tak tertahankan. Kami terbakar birahi dan ingin melakukan hubungan seks. Maka Emma Waroka langsung membuka pakaiannya demikian pula denganku dengan tergesa gesa membuang pakaianku sampai telanjang bulat. Kami kemudian saling memeluk dan menindih di ranjang yang empuk itu, kami saling memilin, memagut dan melumat penuh dengan kemesraan dan nafsu. Kami semakin panas dan terbakar birahi sampai di ubun ubun, Emma Waroka mengambil inisiatif merangsangku dengan mengocok penisku lalu mengulum dengan rakus. Pertempuran akan segera dimulai. Dibuangnya pakaian yang masih tersisa dan kini Emma Waroka sudah telanjang bulat tanpa sehelai benangpun dan minta dipuasi.
oke Aku ingin menggenjot Emma Waroka dari belakang tanpa menopangkan satu kaki, aku hanya ingin Emma Waroka membuka kakinya saja. Aku lantas menarik tangan Emma Waroka untuk turun dari ranjang.

“Tante mau diapaain, sayang ?” tanya Emma Waroka dengan menurut tanpa membantah

“Ponakan tante ingin menggenjot tantenya dari belakang .. tapi nggak make gaya mancal kaki, cukup tante kangkangkan saja kaki tante ya .. “ ajakku dengan gemas mendorong tubuh Emma Waroka agar bertelepak tangannya di bibir ranjang.



“Oh .. oke deh .. tante nurut saja .. soale kalo tante bandel dan rewel kamu nggak mau genjot tantemu” tukas Emma Waroka dengan berposisi mengangkang, posisinya dibikin sangat merangsangku, punggung melengkung ke bawah dan kepalanya mendongak, pantatnya menjadi sejajar dengan kepalanya, kemudian kakinya dilebarkan untuk memudahkan aku menusukan batangku. Aku menjadi sangat panas melihat pemandangan yang sangak vulgar itu, belahan pantatnya, vaginanya yang memerah akibat oralnya, bibirnya yang menggoda tersenyum, buah dadanya yang menggantung sangat indah sekali.

“Segera masukin penis ponakan tante donk .. tante juga nggak tahan nih “ keluh Emma Waroka dengan menggodaku sambil tersenyum nakal

“Ploooooooook “ tepukku pada pantat Emma Waroka dan membuat dirinya menjerit pelan karena aku menepuknya dengan pelan

“Waduuuuh .. nakaal aah ponakan tante, sungguh terlalu ponakan tante ini … “ sungut Emma Waroka disambung dengan senyum nakalnya lagi. Aku lantas meremas buah dadanya dengan lembut Emma Waroka langsung melenguh

“Yaaaaa… gitu donk … remes dulu susu tante .. nakal ya, ponakan tante ini, berani ngeremes susu tantenya, ntar laporan ibumu bisa didamprat habis habisan .. “ seloroh Emma Waroka dengan tertawa menggoda.

Aku lalu memajukan batangku untuk melakukan penetrasi, namun sebelumnya aku sudah membasahi penisku dengan ludah dan kukocok agar tidak kering, habis itu aku menekan ke vagina Emma Waroka dengan pelan. Ketika menekan pelan itu sudah membuat Emma Waroka meringis dengan menggeleng geleng kemudian menggigit bibirnya.

“Pelan saja, sayang .. santaaai yaaa .. tante merasakan luar biasa .. belum apa apa vagina tante sudah merasa ditusuk dengan penis ponakan tante ini .. aaaaaaauhh“ kata Emma Waroka dengan disambung lenguhan ketika penisku menerobos ingin masuk dan dijepit. Kurasakan belum apa apa, vagina Emma Waroka sudah menyedot penisku agar lebih tenggelam. Kutarik batangku karena terasa agak susah melesak masuk, lalu aku kembali menekan lebih dalam lagi dan membuat Emma Waroka meremas sprei sekuatnya sampai sobek

“Haaaaan ..aaaaaaaaauh .. saaaakiiiit aaah . pelaaan pleasee .. please .. “ erang Emma Waroka dengan menahan rasa sakit dan rasa enak ketika aku melakukan penetrasi.

“Sayaang khan kalo wanita secantik, seseksi dan sekaya tante nggak diperistri … “ godaku

“So pasti donk .. kamu kelak suatu saat kudu peristri tante .. itu harus .. tapi kamu kudu sabar “ tukas Emma Waroka dengan membuka kakinya lebar lebar sedikit agar memberikan ruang lebih lebar di pantatnya sehingga penisku mudah masuk, akibat kangkangan lebih lebar itu, penisku semakin dalam dan sampai separo tenggelam dalam vagina Emma Waroka. Lalu aku kembali konsentrasi kembali untuk menenggelamkan seluruh batangku. Kutarik dan kusodokan dengan tenaga lebih besar dan hampir membuat Emma Waroka terjerembab, namun aku sudah memegang bahu Emma Waroka dengan tangan kananku, akibatnya Emma Waroka langsung menjerit.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaawwwww ww “ erang Emma Waroka dengan keras.

Tinggal sedikit lagi batangku lenyap dalam lubang yang hangat dan berkedut kedut itu. Vagina Emma Waroka menyedot batangku, otot otot vaginanya meremas batangku, dipilin dengan gemas. Aku merasa sangat nikmat sekali dijepit dengan luar biasa eratnya, lebih erat dari yang sudah sudah




“Tante .. “ sapaku dengan lembut

“Yaaa .. ada apa ponakan tante ?” tanya Emma Waroka dengan tersenyum nakal lagi

“Maafin ponakan tante yang nakal ya .. soalnya penis ponakan tante sudah masuk ke vagina tantenya .. “ godaku dengan tersenyum

Emma Waroka 11 “Iya deh .. tantenya kurang aja ya .. nggak tahu etika, minta keponakannya agar menyodoknya dari belakang, make penisnya, duuuuh .. penis ponakan tante benar benar nikmat sekali menusuk vagina tante .. tahan dulu, sayang .. tante ingin merasakan penismu sebentaaar .. “ ujar Emma Waroka dengan merem dan merapatkan kakinya.

“Aaaaaaaaaauh … tanteeee , aaah tante nakal aaah … rasanya nggak karuan taaaaan … sudaaaah aaah .. bisa muncraaat “ erangku dengan mendongak ke atas merasakan jepitan kaki Emma Waroka yang dirapatkan sedikit, kalo benar benar dirapatkan aku pasti tak kuat dalam lima menit dan pasti muncrat

“Oke deeeh … yuuuk .. sekarang saatnya genjot tantemu … pelan pelan dulu yaaa .. “ ajak Emma Waroka dengan gemas, lalu aku memegang kedua buah dadanya dan meremasnya

“Yaaa .. yeess .. remes susu tante dulu … remes sesukamu … yang keras dikit sayang “ pinta Emma Waroka agar remasanku dikeraskan lagi. Kuremas dengan gemas buah dadanya yang kenyal itu dengan punting kecil warna coklat, besaran buah dadanya yang montok menjadi kesenanganku, di situlah aku senang bermain, Emma Waroka suka jika kepalaku terbenam di belahan dadanya, dengan menekan kedua buah dadanya menjepit kepalaku.

“Sekarang .. genjot tante .. pleaseee .. aaayooo … tante sudah siap nih … “ ajak Emma Waroka lagi

Lalu aku menarik batangku dengan pelan lalu menyodok lagi, setiap aku menyodok Emma Waroka menahan badannya agar tidak terjerembab, setiap sodokanku Emma Waroka selalu melenguh. Berulang ulang dengan pelan aku menggenjotnya. Tanganku tetap saja meremas buah dadanya, bunyi pertemuan sekalanganku dengan pantat Emma Waroka menimbulkan suara nyari

“Plok plok plok plok plok .. “ terasa menambah semangat kami untuk terus berpacu, tubuh kami sudah basah kunyuk terpapar keringat birahi, kupacu tubuh Emma Waroka dengan sedikit lebih cepat, Emma Waroka belum menampakan tanda tanda orgasme.

“Sayaang cepetan dikit yaaa .. makin enaaak dan aaaaaah … sungguh enaaak … aduuuh .. ponakan tante nakal sekali menggenjot tantenya sendiri … terus aayoo sodok .. genjot .. sodok .. “ lenguh Emma Waroka sambil menyemangati aku yang menggenjotnya. Tak terasa sudah sepuluh menit aku menggenjot Emma Waroka dengan posisi dari belakang itu, sungguh sangat beruntung aku bercinta dengan Emma Waroka.




Kupercepat genjotanku membuat Emma Waroka menahan badannya lebih kuat di telapak tangannya, bunyi keciplak penisku yang keluar masuk vaginanya terdengar sampai seisi kamar itu yang menjadi saksi bisu kumpul kebo Emma Waroka denganku. Memang harus diakui, Emma Waroka suka dengan kumpul kebo sebelum menikah, baginya memadu kasih, memadu cinta dengan di luar pernikahan menimbulkan banyak tantangan, baginya seks itu hanyalah antara suka dan tidak suka, tak perduli di negara ini mengharamakan kumpul kebo, seks tidak bisa dibelenggu dalam ikatan perkawinan, seks adalah kebutuhan bagi semua manusia. Kebebasan inilah yang disukai oleh Emma Waroka, maka Emma Waroka mengajakku untuk tinggal bersama di villa tanpa dikomentari tetangga merupakan langkah yang aman, jadi aku bekerja harus berangkat dari Bogor dengan membawa mobil sendiri, berat sekali diongkos, namun Emma Waroka memberikan aku uang saku transport untuk kebutuhanku, jika minta pasti dikasih dengan uang besar malah sisa. Aku dijatah uang sebulan oleh Emma Waroka untuk biaya kumpul kebo ini. Baginya, aku adalah segalanya bagi Emma Waroka, orang yang mau diajak untuk mencintai dan dicintai.

Aku tak tahu persis mengapa seorang Emma Waroka mau mencintai orang sekotor aku, bahkan rela membelaku yang benar benar sudah tidak pantas menjadi manusia, seks membelengguku, sudah puluhan artis aku tiduri dan kupakai vaginanya untuk kusodok sodok, semua yang aku tiduri justru tak pernah menolak apapun situasinya, Marissa Haque contohnya walau capek masih mau diajak untuk digenjot dan menggenjot. Kini pekerjaan rumahku adalah membagi waktu, mengencani artis lain, tak semudah aku bersembunyi dari mereka, padahal aku sendiri sudah punya jadwal kapan meniduri dan menggenjot mereka. Jadi aku hanya bisa pura pura bekerja dan ternyata menjalin cinta dengan artis lain. Namun kini aku hanya menginginkan beberapa artis saja, seperti Marissa Haque, Grace Natalie, Lena Magdalena, Nia Zulkarnaen, Maia Estianty, dan Nafa Urbach.

rez_013 Daftar artis itu wajib aku genjot, sedang lainnya hanya berdasar pada keinginan mereka untuk meminta digenjot seperti Alice Norin, Titi Kamal, Tina Talisa, Sophie Navita, Febby Febiola, Ine Febrianti, Aditya Wardhani, Inez Tagor, Syahrini, dan Sarah Azhari, sedang seperti Anne J Cotto, Five Vi, Siti Nurhaliza, Krisdayanti, Yuni Shara, aku singkirkan dulu, namun masih menyisakan tiga orang yang belum ketahuan nasibnya tak lain Tamara Bleszynski yang sudah lama menghilang dari pelukanku, sedang Aura Kasih masih menganggapku sebagai seorang pacar sehingga aku wajib mengencaninya, sedang Andi Soraya aku ternyata sudah putus hubungan, namun terkadang aku nekad menggenjotnya malam malam penuh kepuasan dan pulang. Belum lagi aku masih mempunyai target pada Sandra Dewi, Luna Maya dan Nadine Chandrawinata untuk kuajak bercinta.

“Saaaayaaang aaah .. tante nggak kuaaat aaah .. terus .. genjot dengan kerasss “ pekik Emma Waroka yang sudah merasakan hendak orgasme, kusodokan batangku dengan keras, kuremas buah dadanya sekerasnku membuat Emma Waroka berteriak teriak tak karuan, badannya montang manting membuat sodokan penisku menjadi tak beraturan, batangku seperti mau bengkok menyodok nyodok. Vagina Emma Waroka menjepit dengan cepat, kusodokan dengan keras berkali kali.

“Aaaaaaaaaaah ..tanteeeeeee …aaaaah ..daaaaaaah … muncaaaaaak “ lenguh Emma Waroka dengan bertalu talu, vaginanya menyempit dengan cepat, kepalanya mendongak ke atas dan rambutnya ikut terbang menerpa punggungnya. Batangku disiram cairan panas

Tubuh Emma Waroka melengkung, bagian punggung menekuk ke bawah, kepala ke atas dan pantatnya nungging dengan sangat indahnya, tubuhnya aku tahan diperut dengan kedua tanganku, tubuhnya dengan cepat melemas tanpa tulang, kepalanya ditundukkan ke bawah dengan rambut tergerai, nafasnya memburu tak karuan, keringatnnya bercucuran. Orgasmenya membuat dirinya sampai tak kuat menahan tubuhnya, kudorong dengan pelan, dan bagian perut ke atas berada di ranjang, sedang bagian pantat kebawah masih berada dalam pegangan tangaku, di mana batangku yang keras itu masih menancap dengan terasa basah oleh cairan orgasme Emma Waroka.
Kami cukup kelelahan untuk genjotan ronde itu, kami masih berniat meneruskan persetubuhan kami. Dengan posisi pantatku menekan ke vagina Emma Waroka terasa sangat nikmat sekali, vagina Emma Waroka masih saja menyedot penisku untuk diremas dan dipilin, aku merasa keenakan dengan merem melek mengatur nafasku yang berantakan, sungguh nikmat sekali menggenjot Emma Waroka. Sejak mengenal Emma Waroka aku ingin menidurinya, menggenjotnya dan memberikan kepuasan batin terdalam.

“Sayaaaaang .. jangan tindih tante donk … bisa capek banget “ keluh Emma Waroka dengan meringis keenakan.

“Oke deh tante .. tapi rasanya kok nikmat banget nindih tanteku begini, rasanya tak bisa kulukiskan, tanteku sayang “ ucapku gemas malah meremas buah dadanya membuat Emma Waroka langsung mencekal tanganku

“Pleasee .. jangan remes susu tante dulu .. tante masih nikmat merasakan sisa sisa orgasme tante, duuuh .. cabut dulu aaah .. “ sungut Emma Waroka dengan disambung senyum keenakan karena telah diberi kepuasan batin terdalam.

Aku mencoba menarik penisku dan kubuat pura pura susah menarik keluar

“Tanteee .. susah dicabut niiih .. “ ujarku dengan mencabut sedikit kemudian kumajukan lagi membuat penisku tenggelam lagi

“Haaan .. kamu nggak kasihan sama Tante Emma apa ?” sungut Emma Waroka dengan menekan pahaku yang merapat di pahanya, posisi Emma Waroka masih berada di ranjang dengan kaki menjejak ke lantai.

“Maafin deh tante .. sungguh susah mencabut ****** ponakan tante dari vagina tantenya ..” godaku dengan gemas.

“Oke deeeh .. untuk ronde ini tante mau nyebut ****** sama tempek yaaa .. biar jorok dikit “ goda Emma Waroka dengan tertawa genit memundurkan pantatnya mendorong selakanganku membuat aku malah menjadi merem keenakan, Emma Waroka mengerling ke belakang melihatku yang keenakan.

“Duuuh .. ponakan tante ini nakal sekali .. kontolnya nggak mau lepas dari tempek tantenya “ kata Emma Waroka dengan berkata lebih jorok dan membuat semakin nikmat bersenggama dengannya.

“Tapi kalo tante genit kayak gitu, aku nggak mau, nggak sudi punya tante yang genit … nggak suka” protesku disambut tawa Emma Waroka sambil maju dan membuat penisku lebih dari separo lepas dari sarangnya, kumajukan lagi dan menjadi tenggelam

“Siaaal aaah .. ponakan tante ini benar benar kurang ajar sekali .. ayooo cabut kontolmu… “ bentak Emma Waroka dengan galak. Aku sampai tertawa karena kegalakan Emma Waroka, walau kegalakannya cuma untuk menggodaku namun aku akhirnya berusaha mencabut penisku, dengan pelan pelan kutarik dan lepas walau terasa agak susah juga.

“Naaah gitu .. tante jadi suka sama ponakan tante yang penurut ..”

“Bukankah tante yang kudu nurut sama ponakan, enak saja nih tante .. ogah aaah nyodokin lagi” protesku dengan pura pura mau mengambil celana dalamku yang berada dekat ranjang itu.

“Oke deh .. tante akan menurut sama ponakan tante, tante janji akan selalu berbakti pada ponakan tante ini, karena selama ini tante terpuaskan akan ulah ****** kepunyaan ponakan tante … “ ujar Emma Waroka dengan tersenyum manja membalik badannya, terasa merangsang sekali vaginanya yang basah itu.

“Lho khan nggak cumin ****** kepunyaan ponakan tante yang memuaskan, juga bibir, tanganku yang suka nakal meremas susu tantenya .. nakal yaaa .. kalo nggak dinakalin tante pasti nggak mau” selorohku dengan semakin jorok menyebut penis dengan kata ******

“Ntar kamu laporin ibumu, ponakan tante ini sudah kurang ajar berani memasukan kontolnya ke tempek tantenya … tapi .. yaaa tante nggak mau laporin deh .. habis kalo dilaporin pasti nggak mau lagi nyodokin tantenya .. “ gurau Emma Waroka dengan gemas lalu menarik tanganku.

“Terima kasih tanteku yang nakal, genit, galak dan suka kurang ajar .. berani ngajak ponakannya bermain cinta sampai orgasme .. “

“Han .. tante mau menggenjotmu, tapi tante ingin kamu duduk di kursi yaaa .. hhmmm … boleh nggak tante bertemu dengan ibumu .. tante ingin mengenal keluargamu .. tante akan minta ijin agar kamu diijinkan menjadi suami tante .. “ pinta Emma Waroka dengan memandangku mesra

“Boleeeh … kapan kapan tanteku akan aku kenalkan dengan ibuku .. tapi jauh tuh .. “

“Nggak apa Han .. memang ibumu tinggal di mana ?”

“Maafin tante .. ibuku sekarang ikut bapaknya di Australia .. “ akuku dengan jujur.

emma elvana margarith warokka “Wooow .. oke deh .. ntar ke Australia biar tante yang nanggung akomodasi, kita bulan madu ke sana ya” ajak Emma Waroka dengan bersemangat lalu menarik tanganku, kursi tanpa sandaran itu diambil dan diletakkan dengan meja rias.

“Gampang tante .. yuuk segera tante naik dalam pangkuan ponakan tante .. ingin ponakan tante ini digenjot tantenya” ajakku dengan meremas buah dada Emma Waroka.

“Yaaa .. remes dulu susu tante, kamu suka khan dengan buah dada tantemu ini?” tunjuk Emma Waroka ke buah dadanya yang membusung padat dan kenyal itu.

“Siapa nggak suka dengan buah dada milik Tante Emma Waroka ?” tanyaku dengan gemas

“Oke deh .. tante bebaskan kamu nakal menggerayangi buah dada tante .. tapi kalo tante tapi minta dipuasi kamu harus melayani tante.. tante suka denganmu, tante akan selalu berada di sisimu … “ tukas Emma Waroka dengan naik ke pangkuanku

“Uuuuh .. beban tante sangat montok .. berapa sih berat tante ?” tanyaku dengan berusaha menahan beban bobot Emma Waroka.

“Lupa, karena nggak nimbang .. kira kira sekitar 57 Kilogram sayang .. “

“Duuuh .. awas kalo tanteku ini naikin berat badan, nggak kuat ponakan tante digenjot dengan seberat itu”

“Oke deh .. tahan ya, sayang .. tante masukin kontolmu ke tempek tante .. pelan pelan ya” ajak Emma Waroka dengan memegang bahuku dengan kedua tangannya, sedang aku memegang penisku dengan tangan kiri, Emma Waroka memposisikan diri tepat di lubang kemaluannya untuk memasukan penisku, tak terasa aku menjadi sangat terangsang dengan cara Emma Waroka ingin menggenjot. Pelan pelan penisku kembali hendak masuk ke dalam vagina Emma Waroka, Emma Waroka meringis keenakan ketika kepala penisku pelan pelan melesak masuk, itupun membuatku sampai merem melek keenakan.

“Ponakan tante manja banget .. diajak ngeseks sama tantenya belum apa apa sudah merem melek keenakan” goda Emma Waroka dengan menjawil hidungku, kubuka mataku dan tersungging senyum Emma Waroka di depan wajahku, lalu Emma Waroka melumat bibirku dengan gemas, bahkan sampai meludahkan di bibirku.

“Nakal deh .. tante .. awas ya “ ancamku dengan menjilati dengan lidahku dan menelan air liur itu, kemudian aku mengumpulkan lidahku dan meludahi bibir Emma Waroka membuat Emma Waroka semakin suka.

“Waaah .. balas yaaa “ ledek Emma Waroka dengan menjilati ludahku di bibirnya.

Emma Waroka lalu menekan lagi kepala penisku sudah tenggelam, berulang ulang Emma Waroka menarik dan menekan sehingga batangku melesak sampai separo, betotan dari dalam sudah menyedot, belum dinding vaginanya meremas dengan gemas dan geli, kedutannya semakin terasa.

Emma Waroka meringis keenakan karena vaginanya merasa hangat dan nikmat menjepit penisku, tak terasa keringat tetap membasahi tubuh kami bahkan malah semakin deras walau kami belum saling menggenjot.

“Haaaan .. Uuuuuuh.. luar biasa ****** ponakan tante ini .. tante semakin suka dan sayang sama ponakan tante, tante janji akan dinikahi kapan saja “ ujar Emma Waroka dengan tidak menggunakan logikanya, lupa penolakan yang sebelumnya dikatakan.

“Naaah .. pas enak begini tante pasti ngacooo .. minta dinikahi kapan saja, begitu mau dinikahi make ngulur ngulur segala .. “ ledekku

“Duuh ,, maafin tante deh .. tante nggak nyadar bilang itu .. habis ini nikmaaaaaaaaaaat sekaaaaliiii “ balas Emma Waroka dengan menaikan pantatnya lalu diturunkan lagi, pelan pelan penisku sudah amblas lebih dari separo, kuelus elus pahanya yang mulus dan berkeringat itu membuat Emma Waroka semakin terangsang. Matanya kini merem melek menikmati penisku yang dijepit di vaginanya, kuberikan pagutan dan Emma Waroka membalas pagutanku, dinaikan dan dihujamkan batangku sampai melesak amblas dan membuat kami terpekik

“Duuuuuuuuuuuh … eeeenaaaaaaaaaaak “ teriak Emma Waroka, sedang aku meringis keenakan

“Waaaaaauuuuuuuuuh … luar biasa tante … enak banget .. andai jadi suami tante pasti kerasan di rumah” timpalku dengan meremas buah dada Emma Waroka sepuasku, bahkan kukeraskan remasanku.

Emma Waroka 013 - Copy “Yaaa .. remes yang keras susu tantemu .. nikmati saja .. kelak kamu jadi suami tante, akan mau tante pelet, biar nggak doyan cewek lain .. kurang ajar nih ponakan tante .. diajak menikah tapi maunya main cewek mulu” * Emma Waroka dengan tertawa namun masih memejamkan matanya menikmati penisku yang amblas sampai mentok ke dasar terdalam vaginanya, terasa penisku disedot sedot dengan gemas.

Aku tak menimpali kata kata Emma Waroka barusan, kuarahkan kakinya menjepit ke belakang

“Jepit donk pinggang ponakan tante, aku ingin merasakan jepitan tempek tanteku menjepit lebih erat” ajakku

Emma Waroka tak menjawab dan mengarahkan kedua kakinya menjepit pinggangku dan dirapatkan lebih erat

“Aaaaauh .. tante aaah ..aaaah ..aaaaauuh ..haaa” erangku dengan merapatkan mataku merasakan sedotan yang lebih keras dari dalam vagina Emma Waroka, demikian pula dengan remasan di penisku pada dinding vaginanya.

“Ayoo segera genjot ponakan tante .. “ ajakku dengan kembali meremas buah dadanya namun tidak keras.

“Hmmm gimana ya kalo bilang ibumu, ponakan tante mau diajak genjot menggenjot dengan tantenya” seloroh Emma Waroka. Namun aku tak menjawab dan langsung memegang bagian kepala kepala Emma Waroka dan melumat bibirnya dengan rakus, Emma Waroka langsung membalas lumatanku dan kalah ganas. Gerakan naik turun Emma Waroka menambah erotisnya hubungan badan kami yang sudah bersatu dalam kenikmatan birahi. Penisku dengan lancar keluar masuk ke vagina Emma Waroka, gerakan Emma Waroka belum cepat masih pelan pelan dengan kami saling melumat dan bermain lidah dengan saling menyedot, tangan kananku kuturunkan ke bawah dan meremas pantatnya yang berisi dan membulat itu, memberikan rangsangan dengan membantu naik turun menggenjotku. Rambutnya berantakan tak karuan, tubuhnya sudah sangat basah keringat birahi

“Aaaaaauh Han .. jangaan lumat tante .. nggak kuaat aaah “ pekik Emma Waroka dengan megap megap tak kuat melawan lumatanku yang tahan lebih lama, sudah lebih dari lima menit Emma Waroka menggenjot naik turun dengan pantat kuremas remas dengan kedua tanganku, pantatnya terasa sekal dan enak seperti buah dadanya yang ranum, montok, kenyal dan hangat.

“Tante ceeepetin yaaa “ ujar Emma Waroka tanpa memandangku karena pandangan matanya ke bawah selakangan kami yang di mana penisku mengoyak liang vaginanya membuat Emma Waroka menjadi tersenyum sangat senang.

Lingkaran kakinya yang menjepitku dilonggarkan sedikit untuk memudahkan Emma Waroka menggejotku lebih keras, bunyi keciplak pantat Emma Waroka dengan selakanganku menimbulkan suara nyaring, belum suara gesekan penisku dengan dinding vagina Emma Waroka.

“Tante suka kontolmu .. “ tukas Emma Waroka dengan tanpa basa basi

“Aku juga suka tempek tante “ balasku tak kalah, kami tidak tertawa hanya saling tersenyum lalu kami kembali saling memagut dan menyedot, tangan kananku berpindah dengan meremas buah dadanya sebelah kiri membuat Emma Waroka mendongak tak karuan merasakan remasan tanganku yang nakal meremas buah dadanya dengan keras. Ternyata kami lebih lama dengan gaya ini, dan akupun belum ada tanda tanda menuju orgasme, gerakan naik turun kini lebih cepat, dilepaskannya pagutan Emma Waroka dan kedua tangannya bertopang ke pundakku setengah mencakar hendak memberikan cupangan di pundakku.

“Nggg .. ngg ..nnggg … ssssshhh sssshhh “ desak Emma Waroka menambah semangatku untuk memberikan sodokan ke atas membuat Emma Waroka hanya membuka matanya tapi kelihatan bagian putihnya saja, terasa sekali sodokanku ke atas membantu genjotan Emma Waroka membuat dirinya semakin tenggelam dalam lautan birahi. Persetubuhan dengan saling menggenjot itu hampir mencapai lima belas menit, Emma Waroka merasakan hendak orgasme dengan membuka matanya

“Tantee mau sampai, sayaaang “ pekik Emma Waroka dengan tetap naik turun.

“Keluaaariiin sajaaa “ tukasku dengan tetap meremas buah dadanya, Emma Waroka mempercepat lagi genjotannya dengan keras dan cepat, aku pun mengimbanginya. Jepitan vaginanya semakin erat dan penisku melesak sedikit agak susah tapi tetap keluar masuk

Emma Waroka “Haaaaaaaaan .taaaaaaaateeeeeee … nggaaaaak kuaaat aaaah .. “ ujar Emma Waroka dengan menegang melengkung dan mendongak ke atas, kuremas buah dadanya dengan keras kemudian dengan hujaman terakhir itu Emma Waroka mendapatkan puncak pendakian sendirian. Penisku terasa dibetot luar biasa kerasnya, namun aku bertahan dengan mengalirkan nafas ke dadaku. Tubuh Emma Waroka sangat indah dalam posisi melengkung itu, buah dadanya terasa sangat membusung, jepitan kakinya sangat erat. Belum lagi cakaran di pundakku terasa sangat perih, kemudian cakaran itu naik sampai dekat telingaku dan menggaris dari atas telinga menuju ke depan telinga sampai di leherku, terasa pedih dan perih rasanya luka akibat cakaran tangan Emma Waroka itu.

“Tanteeee ..aaaaaauh .. “ ujarku melenguh merasakan desakan pantat Emma Waroka yang menekan lebih dalam dan membuat aku hampir mencapai titik akhir, namun aku bertahana sekuatku.

Tubuh Emma Waroka melemas dengan cepat dan kupeluk serta kuhujani dengan ciuman di lehernya kadang kugigit gigit pelan. Kuberikan remasan lagi di buah dadanya untuk bisa menikmati orgasme lebih lama. Tubuh Emma Waroka seperti di setrum listrik, berkelonjotan dalam pangkuanku, kakinya melemas dengan berangsung tidak menjepitku keras, badannya lunglai tanpa tulang, matanya terpejam erat, dari vaginanya mengucur cairan panas membasahi penisku dan membuat selakanganku basah.

Kudiamkan tubuh Emma Waroka yang ngos ngosan itu dengan membisikan kata kata cinta.

“Aku cinta tanteku yang manis ini, tak ingin aku berpisah dengan tanteku .. “ bisikku dengan pelan dan kupeluk dengan erat. Emma Waroka masih diam menikmati orgasmenya. Terasa lama sekali aku menunggu Emma Waroka membuka matanya, hanya nafasnya yang berantakan kudengar di telingaku, dahaga birahinya terpuaskan dengan kumpul kebo denganku. Bagi Emma Waroka seks adalah kenikmatan yang harus dinikmati tak perduli apakah dengan cara menikah atau sekedar kumpul kebo, Emma Waroka lebih menyukai seks bebas, namun Emma Waroka lebih menyukai dengan satu pasangan walau bebas, memang Emma Waroka merupakan tipe wanita setia, setia dalam arti pasangan, baik itu pasangan suami istri atau kumpul kebonya. Baginya selingkuh hanya bisa dilakukan jika kekecewaan itu tidak bisa diselesaikan baik baik dengan pasangannya.

Aku merasakan bulir bulir air matanya menetes dipunggungku, namun aku membiarkan saja Emma Waroka senang mendapatkan orgasme, lalu dengan tak menyangka Emma Waroka menarik kepalanya

“Sayaaang .. tante siap hamil demi kamu … tante menyanggupi untuk punya anak dari benihmu .. tante memutuskan dengan rela dan ikhlas karena tante mencintai kamu .. “ ucap Emma Waroka dengan masih meneteskan air matanya

“Tante sikapnya tak pernah tegas .. hanya mencla mencle “ ejekku, karena aku tak suka dengan pendiriannya yang maju mundur itu.

“Tante memang gila, sayang .. tante harus mengambil resiko itu, tante tak mau kamu dimiliki wanita lain, hati tante hanya untukmu .. dengan minta maaf kalo selama ini tante suka mencla mencle .. tapi “ kata Emma Waroka yang kututup dengan telunjukku

“Sudahlah tante .. nikmati saja hubungan kita .. tapi jangan cegah kehamilan tante jika memang terjadi, mungkin jika tante belum hamil kemungkinan telur tante belum ketemu dengan benihku … tapi aku ingin tante jangan memaksakan untuk hamil .. kita masih ada banyak keindahan dalam hidup bersama, aku ingin tinggal bersama tante dalam waktu lama .. bagiku tante adalah segalanya, sebagai kakak, ibu, juga tanteku. Tak kutemukan orang sebaik Tante Emma Waroka, hatinya bersih mau mencintai orang sepertiku yang bukan apa apa bahkan miskin .. kupinta sekali lagi tante .. jangan cegah kehamilan tante jika memang terjadi, tapi jangan paksakan tante untuk hamil .. aku siap menikahi Tante Emma Waroka kapan saja .. “ kulepas telunjukku di bibir Emma Waroka.

“Terima kasih, sayaaang … tante akan menurut dan patuh pada ponakan tante yang tante sayangi ini, tante akan menurut kata katamu untuk tidak mencegah kehamilan dan tidak memaksakan untuk hamil ..”

“Bersiapkan tante menjadi ibu anak anak kita ?”

“Tante siap, sayang .. jika kita menikah, kamu tetap memanggil dengan kata tante, tidak boleh dengan kata mama, tante tetap akan menyebutmu sebagai ponakan tante .. tante suka dengan panggilan itu.. terasa sangat membuat tante indah sekali hidupnya sekarang ini.. “ tutup Emma Waroka dengan memelukku erat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar